Desain Sintesis Aspirin dan Mekanismenya Aspirin merupakan suatu proses dari esterifikasi. Esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan suatu alkohol membentuk suatu ester. Aspirin merupakan salisilat ester yang dapat disintesis dengan menggunakan asamasetat (memiliki gugus COOH) dan asam salisilat (memiliki gugus OH). Aspirin atau asetil salisilat (asetosal) adalah suatu senyawa yang dapat digunakan sebagai anti inflamasi, analgetik,antpiretik yang dapat di sintesis dari reaksi antara asam salisilat dengan anhidrida asetat. Asam salisilat merupakan asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Oleh karena itu, asam salisilat dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi asam salisilat dengan metanol akan menghasilkan metil salisilat. Reaksi dengan asam asetat anhidrida akan menghasilkan aspirin, seperti gambar berikut: Kemurnian aspirin diuji dengan menggunakan FeCl3. FeCl3 bereaksi dengan ...
Postingan populer dari blog ini
TURUNAN STEROID " KOLESTEROL, ERGOSTEROL, PROGESTERON, ESTROGEN,TESTOSTERON, METANDIENON, NANDROLON DEKANOAT, 4-ANDROSTENA-317-DION" Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh (bahasa Inggris: saturated tetracyclic hydrocarbon : 1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom karbon dan 4 cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol, progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin. Beberapa steroid bersifat anabolik, antara lain testosteron, metandieno...
Gugus-Gugus Pelindung dalam Sintesis Senyawa Organik Gugus pelindung adalah gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu supaya tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis. Deproteksi adalah penghilangan atau reduksi gugus pelindung menjadi gugus fungsi awal yang dilindungi. Kelompok pelindung yang baik yaitu harus : 1. Mudah dimasukan dan dihilangkan. 2. Tahan terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi. 3 stabil / tahan terhadap reagen yang digunakan dalam langkah-langkah reaksi selanjutnya di mana kelompok tersebut disamarkan (dilindungi) diinginkan untuk tetap dinonaktifkan (dilindungi). 4. mampu dihilangkan secara selektif di bawah suhu ringan kondisi saat perlindungannya tidak lagi diperlukan. Gugus fungsi yang biasa ditemui dalam sintesis organik yang reaktif terhadap reagen nukleofilik atau elektrofilik yang transformasi selektif dapat menghadirkan tantangan yang memang dibutuhk...

Komentar
Posting Komentar