Desain Sintesis Aspirin dan Mekanismenya Aspirin merupakan suatu proses dari esterifikasi. Esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan suatu alkohol membentuk suatu ester. Aspirin merupakan salisilat ester yang dapat disintesis dengan menggunakan asamasetat (memiliki gugus COOH) dan asam salisilat (memiliki gugus OH). Aspirin atau asetil salisilat (asetosal) adalah suatu senyawa yang dapat digunakan sebagai anti inflamasi, analgetik,antpiretik yang dapat di sintesis dari reaksi antara asam salisilat dengan anhidrida asetat. Asam salisilat merupakan asam bifungsional yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Oleh karena itu, asam salisilat dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi asam salisilat dengan metanol akan menghasilkan metil salisilat. Reaksi dengan asam asetat anhidrida akan menghasilkan aspirin, seperti gambar berikut: Kemurnian aspirin diuji dengan menggunakan FeCl3. FeCl3 bereaksi dengan ...
Postingan populer dari blog ini
Pembetukan Kerangka Karbon dan Transformasi Gugus Fungsi Ikatan karbon-karbon adalah ikatan kovalen antara dua atom karbon. Bentuk yang paling umum adalah ikatan tunggal: ikatan yang tersusun atas dua elektron, satu dari masing-masing dua atom. Ikatan tunggal karbon-karbon adalah ikatan sigma dan dikatakan terbentuk dari satu orbital hibrid dari masing-masing atom karbon. Dalam etana, orbital sp3 adalah orbital hibrid, tetapi ikatan tunggal terbentuk antara atom karbon dengan hibridisasi lain memang terjadi (misalnya sp2 ke sp2). Bahkan, atom karbon dalam ikatan tunggal tidak perlu dari hibridisasi yang sama. Reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon adalah reaksi organik di mana ikatan karbon-karbon baru terbentuk. Dengan melalui radikal bebas reaksi Tidak terkendali, dapat melakukan reaksi berantai, sedangkan dengan rekasi ion lebih terkendali. Contoh lain reaksi yang membentuk ikatan karbon-karbon adalah reaksi Aldol, reaksi Diels-Alder, penambahan reagen Grignard ke grup karbonil, re...
Kontrol Kinetika dan Kontrol Termodinamika dalam Sintesis Senyawa Organik Reaksi dapat dijelaskan dengan istilah termodinamika dan kinetika. Termodinamika mempelajari energi dan transformasinya. Kinetika berhubungan dengan laju reaksi, yaitu seberapa cepat reaksi terjadi. Dan termodinamika menyatakan seberapa banyak reaktan dan produk yang diperoleh pada saat kesetimbangan, akan tetapi tidak menyatakan seberapa cepat kesetimbangan tercapai. Suatu reaksi jika ∆H0 = 0 berarti reaksi kebalikan sama, dan reaksi dibawah kontrol termodinamik. Sebaliknya, reaksi eksotermik dimana ∆H0 lebih besar, reaksi kebalikan akan lambat dan reaksi berada dibawah kontol kinetik. Laju terbentuknya produk dapat diukur untuk menentukan seberapa cepat reaksi tersebut berlangsung.laju biasanya dinyatakan sebagai sebuah perubahan konsentrasi bahan dasar per unit waktu. Kontrol termodinamika atau kinetika dalam reaksi kimia dapat menentukan komposisi suatu produk reaksi ketika jalu...
Komentar
Posting Komentar